Bawaslu Aceh Tamiang Dorong Perempuan Tingkatkan Kesadaran Politik dan Kemandirian Ekonomi
|
Aceh Tamiang | Bawaslu _ Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Tamiang mendorong perempuan untuk meningkatkan kesadaran politik, memahami hak-hak politik, serta memperkuat kemandirian ekonomi sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi bersama kelompok perempuan binaan Perkumpulan Flower Aceh yang berlangsung di Desa Bukit Tempurung, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Kabupaten Aceh Tamiang, Mutia Arisa, sebagai narasumber. Dalam kegiatan ini, peserta diajak berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi perempuan dalam memperjuangkan hak, khususnya dalam aspek politik dan ekonomi.
Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian adalah pentingnya perempuan memahami hak politik dan memiliki sikap kritis dalam menentukan pilihan pada pemilu. Perempuan didorong untuk tidak hanya menjadi penerima informasi politik, tetapi juga mampu menilai informasi, program, rekam jejak, serta komitmen calon pemimpin sebelum menentukan pilihan.
Pembahasan juga menyoroti kerentanan masyarakat terhadap politik transaksional, termasuk pemberian materi maupun janji-janji politik yang dapat memengaruhi pilihan pemilih. Dalam konteks tersebut, peserta didorong untuk menggunakan hak pilih secara mandiri dan tidak menjadikan pemberian sesaat sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pilihan politik.
“Perempuan memiliki peran penting dalam demokrasi. Karena itu, perempuan perlu memahami hak politiknya, berani menyampaikan aspirasi, serta mampu menentukan pilihan berdasarkan informasi dan rekam jejak calon, bukan semata-mata karena pemberian atau janji,” ujar Mutia dalam kegiatan tersebut.
Selain isu politik, diskusi turut membahas kondisi ekonomi perempuan, khususnya tantangan yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keterbatasan akses pemasaran, pengembangan usaha, dan dukungan terhadap produk lokal menjadi sejumlah persoalan yang turut disampaikan dalam diskusi.
Penguatan kemandirian ekonomi perempuan dinilai penting karena dapat mendukung ketahanan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat posisi perempuan dalam kehidupan sosial. Para peserta didorong untuk saling mendukung dalam mengembangkan usaha dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing.
Dalam diskusi tersebut, peserta juga diajak untuk memperhatikan kepentingan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dalam kebijakan publik, termasuk perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. Pemilih diharapkan dapat mempertimbangkan sejauh mana calon pemimpin memiliki program dan komitmen terhadap kebutuhan masyarakat secara luas.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Aceh Tamiang juga menegaskan pentingnya pengawasan partisipatif. Keterlibatan masyarakat, termasuk kelompok perempuan, menjadi bagian penting dalam menciptakan pemilu yang berintegritas serta mendorong masyarakat untuk berani menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu.
Kegiatan sosialisasi bersama kelompok perempuan binaan Perkumpulan Flower Aceh diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat literasi politik sekaligus membangun kesadaran perempuan mengenai pentingnya berpartisipasi dalam proses demokrasi secara aktif, kritis, dan bertanggung jawab.
Dengan meningkatnya kesadaran politik dan kemandirian ekonomi, perempuan diharapkan tidak hanya menjadi pemilih dalam setiap momentum pemilu, tetapi juga mampu menjadi bagian dari masyarakat yang turut mengawal proses demokrasi dan menyuarakan kepentingan keluarga serta kelompok masyarakat yang lebih luas.
Penulis dan Foto: Dita
Editor: Humas