Tak Cukup Mengawasi Pemilu, Bawaslu Aceh Tamiang Ajak Jajaran Awasi Diri Lewat Kajian Islam
|
Bawaslu _ Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Tamiang,Integritas bukan sekadar prinsip dalam menjalankan tugas, melainkan nilai yang harus tertanam dalam hati dan tercermin melalui setiap tindakan. Menyadari pentingnya hal tersebut, Bawaslu Kabupaten Aceh Tamiang menggelar kegiatan Jumat Sehati melalui agenda Kajian Islam bertema “Mengawasi dengan Integritas, Menjaga Diri dengan Introspeksi”bertempat di Aula Rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Aceh Tamiang. Jumat (30/10/2026)
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh staf dan jajaran komisioner ini menghadirkan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Tamiang, Ustadz Syahrizal Darwis, M.A., sebagai narasumber.
Agenda diawali dengan sambutan sekaligus kalimat pembuka dari Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Eki Junianto, S.Pd.I., M.H., sebelum dilanjutkan dengan penyampaian materi kajian oleh narasumber. Dalam penyampaiannya, Ustadz Syahrizal Darwis menekankan bahwa integritas merupakan keselarasan antara perkataan dan perbuatan. Nilai tersebut menjadi salah satu teladan utama dari Rasulullah Muhammad SAW yang senantiasa menjunjung tinggi kejujuran, amanah, dan keteladanan dalam setiap aspek kehidupan.
Ia juga menguraikan pentingnya menjaga kebersihan hati dan membangun kesadaran spiritual melalui ibadah. Hati nurani yang bersih dan terbimbing oleh nilai-nilai keimanan dapat menjadi barometer dalam membedakan perkara yang halal, haram, maupun syubhat. Dengan demikian, setiap individu dituntut untuk tidak hanya mempertimbangkan benar dan salah berdasarkan penilaian lahiriah, tetapi juga senantiasa melakukan introspeksi terhadap niat dan tindakan yang dilakukan.
Selain membahas integritas dalam perspektif Islam, kajian turut mengangkat sejumlah persoalan fikih yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Materi tersebut mencakup prioritas dalam pelaksanaan ibadah, pentingnya menjaga kekhusyukan, serta etika ketika mendirikan salat. Pembahasan ini memberikan penguatan bahwa kedisiplinan dan kesungguhan dalam menjalankan kewajiban spiritual merupakan bagian dari pembentukan karakter pribadi yang bertanggung jawab.
Menariknya, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Sejumlah persoalan hukum Islam yang kerap dijumpai dalam kehidupan bermasyarakat menjadi bahan diskusi, sehingga kajian tidak hanya memberikan pemahaman keagamaan, tetapi juga ruang refleksi bagi seluruh peserta dalam menerapkan nilai-nilai Islam di lingkungan kerja maupun kehidupan sosial.
Bagi Bawaslu, integritas memiliki kedudukan yang sangat penting dalam menjalankan fungsi pengawasan Pemilu. Tugas pengawasan tidak hanya menuntut kecakapan, ketelitian, dan pemahaman terhadap regulasi, tetapi juga membutuhkan kejujuran, keberanian, tanggung jawab, serta konsistensi dalam menjaga amanah kelembagaan. Setiap pelaksanaan tugas harus berlandaskan prinsip profesionalitas dan independensi agar kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas Pemilu tetap terjaga.
Melalui kegiatan Jumat Sehati, Bawaslu Kabupaten Aceh Tamiang berupaya membangun penguatan karakter aparatur yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja kelembagaan, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat. Sebab, pengawasan yang berintegritas harus dimulai dari kemampuan setiap individu untuk mengawasi dirinya sendiri sebelum menjalankan amanah mengawasi orang lain.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus pengingat bagi seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Aceh Tamiang bahwa menjaga integritas merupakan tanggung jawab yang melekat pada setiap insan pengawas Pemilu. Dengan hati yang terjaga, sikap yang jujur, dan tindakan yang bertanggung jawab, Bawaslu terus berkomitmen mengawal demokrasi dengan integritas.
Penulis : Dita Rizki Agustina
Foto : Miftakhul Qori'ah
Editor : Yudi Ferdiansyah Putra