Perempuan Berperan Penting Dalam Pengawasan Pemilu
|
Aceh Tamiang - Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan antar Lembaga, Lindawati, M.Pd dan Koordinator Sekretariat Panwaslih Kabuph Tamiang, Siti Amini, SE, M.A.P mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas yang bertemakan "Peningkatan Leadership Perempuan". Kegiatan ini berlangsung di Kantor Panwaslih Provinsi Aceh, Rabu 25 November 2020.
Kegiatan dalam bentuk Rapat Dalam Kantor (RDK) tersebut khusus untuk Komisioner Kabupaten/Kota dan Koordinator Sekretariat Perempuan.
Ketua Panwaslih Aceh, Faizah SP dalam pembukaan mengatakan, peran perempuan dalam dunia kepemiluan memegang peranan penting, baik dalam pengawasan maupun pencegahan terhadap pelanggaran.
Katanya, berdasarkan keterangan salah satu pimpinan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Alfitra Salam menyampaikan bahwa kepatuhan etika perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Karena perempuan memiliki sensitivitas yang tinggi, pelanggaran etika yang dilakukan penyelengara pemilu perempuan sangat sedikit.
Kehadiran perempuan dalam proses pengawasan pemilu termasuk harus menampilkan perspektif yang beda, 30 % Perempuan dalam perspektif etika memerankan peran kontrol dan pencegahan, akan tetapi dalam menjalankan fungsinya pengawas perempuan harus memiliki kapasitas yang mumpuni.
" Kita harus membekali diri dengan pengetahuan yang luas, tehnik komunikasi, karena akan berhadapan dengan publik saat menjalankan tupoksi tugas,"kata Faizah
Dia juga menambahkan dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan dan penindakan, mendapatkan berbagai macam feedback yang buruk, seperti kekerasan, baik fisik maupun verbal. Secara umum di pemilu 2019 tercatat 66 kasus kekerasan terhadap pengawas pemilu, dan didalamnya termasuk kekerasan terhadap pengawas perempuan.
"Di Pilkada 2020 sudah tercatat 43 kasus hingga tanggal 16 November 2020, seorang pengawas perempuan harus membentengi diri melalui berbagai keahlian, dan tentang komunikasi," tambah Faizah
Sementara itu, Khairani Arifin SH, M.Hum dari Balai Syura Inong Aceh (BSIA) yang hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut mengulas tentang kondisi kepemimpinan perempuan di era kekinian, dan sejarah kepemimpinan perempuan dalam sejarah Kesultanan Aceh masa lampau. (eim)
Kegiatan dalam bentuk Rapat Dalam Kantor (RDK) tersebut khusus untuk Komisioner Kabupaten/Kota dan Koordinator Sekretariat Perempuan.
Ketua Panwaslih Aceh, Faizah SP dalam pembukaan mengatakan, peran perempuan dalam dunia kepemiluan memegang peranan penting, baik dalam pengawasan maupun pencegahan terhadap pelanggaran.
Katanya, berdasarkan keterangan salah satu pimpinan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Alfitra Salam menyampaikan bahwa kepatuhan etika perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Karena perempuan memiliki sensitivitas yang tinggi, pelanggaran etika yang dilakukan penyelengara pemilu perempuan sangat sedikit.
Kehadiran perempuan dalam proses pengawasan pemilu termasuk harus menampilkan perspektif yang beda, 30 % Perempuan dalam perspektif etika memerankan peran kontrol dan pencegahan, akan tetapi dalam menjalankan fungsinya pengawas perempuan harus memiliki kapasitas yang mumpuni.
" Kita harus membekali diri dengan pengetahuan yang luas, tehnik komunikasi, karena akan berhadapan dengan publik saat menjalankan tupoksi tugas,"kata Faizah
Dia juga menambahkan dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan dan penindakan, mendapatkan berbagai macam feedback yang buruk, seperti kekerasan, baik fisik maupun verbal. Secara umum di pemilu 2019 tercatat 66 kasus kekerasan terhadap pengawas pemilu, dan didalamnya termasuk kekerasan terhadap pengawas perempuan.
"Di Pilkada 2020 sudah tercatat 43 kasus hingga tanggal 16 November 2020, seorang pengawas perempuan harus membentengi diri melalui berbagai keahlian, dan tentang komunikasi," tambah Faizah
Sementara itu, Khairani Arifin SH, M.Hum dari Balai Syura Inong Aceh (BSIA) yang hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut mengulas tentang kondisi kepemimpinan perempuan di era kekinian, dan sejarah kepemimpinan perempuan dalam sejarah Kesultanan Aceh masa lampau. (eim)Tag
Berita
Publikasi