KRI Nanggala 402 Hilang, Bawaslu Do’akan Segera Ditemukan
|
Aceh Tamiang – Berita hilangnya KRI Nanggala 402 di perairan Bali pada, Rabu 21 April 2021 menimbulkan perhatian semua pihak. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia melalui pesan yang disampaikan via laman facebook menyampaikan harapan semoga segera ditemukan. Sabtu, 24 April 2021
Bawaslu menyampaikan “Doa kita untuk KRI Nanggala 402 yang hilang di Perairan Bali sejak Rabu (21/4/2021) dini hari. Semoga segera ditemukan dan seluruh awak selamat”.
Sebagaimana diketahui berdasarkan keterangan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margonokronologi kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Bali, Rabu 21 April 2021 saat hendak melakukan latihan tembak rudal C802 dan Torpedo. Pukul 03.00, ia menyebut KRI Nanggala meminta izin untuk menyelam pada kedalaman 13 meter dan siap untuk menembakkan torpedo.
Sesuai prosedur, ia mengatakan dalam penembakan itu, kapal selam akan didampingi oleh searider penjejak, untuk nantinya mengikuti apabila torpedo telah meluncur, jam 03.00 sampai 03.30 geladak haluan KRI masih terlihat oleh tim penjejak sea rider dalam jarak 50 meter.
Kemudian pada pukul 03.46, sea rider memonitor periskop dan lampu pengenal dari KRI Nanggala yang mulai menyelam dan tidak terlihat. Pada 03.36 sampai 03.46, terus menerus memanggil Nanggala tapi tak ada respons. Menurutnya saat tenggelam tadi masih ada periskop, masih kelihatan, namun ini langsung tenggelam, tidak ada periskopnya.
Saat itu, ia mengatakan komunikasi sudah tidak terjalin. Seharusnya, kata dia, KRI Nanggala meminta otorisasi sebelum menembak. "Begitu akan diberikan otorisasi, dipanggil sudah tidak respons. Jam 04.17 kita terbangkan heli untuk melihat visual dan hasil nihil," katanya
Yudo menyebut, sesuai estimasi jadwal, seharusnya KRI Nanggala timbul pada pukul 05.15. Namun saat itu, KRI Nanggala tidak timbul di permukaan.
Pihaknya, kata dia, lalu memberlakukan isyarat sub missed. Seluruh unsur dikerahkan untuk mencari KRI Nanggala-402 dan latihan ditunda.
[caption id="attachment_7935" align="alignleft" width="300"]
KRI Nanggala Hilang, Bawaslu Do’akan Segera Ditemukan[/caption]
"Kemudian pada 06.46 kita lakukan isyarat sub missed. Seluruh unsur pengamanan dikerahkan untuk mencari KRI Nanggala-402 dan latihan ditunda," tuturnya.
Diketahui, sudah lebih dari 24 jam sejak hilang kontak, kapal selam KRI Nanggala-402 belum juga ditemukan. Kapal tersebut membawa 53 orang personel yang terdiri dari 49 anak buah kapal, satu orang komandan, dan tiga orang arsenal.
Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, isyarat subsunk (tenggelam) untuk KRI Nanggala-402 dinyatakan setelah melakukan pencarian selama 72 jam.
"Pagi dini hari tadi merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam. Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRTI Nanggala," ujar Hadi dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).
Adapun barang-barang yang ditemukan yaitu pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan di botol oranye pelumas periskop kapal selam. Ditemukan juga alat yang dipakai ABK Nanggala untuk shalat dan spons untuk menahan panas pada presroom. "Dengan adanya bukti otentik Nanggala, maka pada saat ini kita isyaratkan dari submiss menjadi subsunk," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono. (Sumber CNN, Kompas.com)
KRI Nanggala Hilang, Bawaslu Do’akan Segera Ditemukan[/caption]
"Kemudian pada 06.46 kita lakukan isyarat sub missed. Seluruh unsur pengamanan dikerahkan untuk mencari KRI Nanggala-402 dan latihan ditunda," tuturnya.
Diketahui, sudah lebih dari 24 jam sejak hilang kontak, kapal selam KRI Nanggala-402 belum juga ditemukan. Kapal tersebut membawa 53 orang personel yang terdiri dari 49 anak buah kapal, satu orang komandan, dan tiga orang arsenal.
Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, isyarat subsunk (tenggelam) untuk KRI Nanggala-402 dinyatakan setelah melakukan pencarian selama 72 jam.
"Pagi dini hari tadi merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam. Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRTI Nanggala," ujar Hadi dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).
Adapun barang-barang yang ditemukan yaitu pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan di botol oranye pelumas periskop kapal selam. Ditemukan juga alat yang dipakai ABK Nanggala untuk shalat dan spons untuk menahan panas pada presroom. "Dengan adanya bukti otentik Nanggala, maka pada saat ini kita isyaratkan dari submiss menjadi subsunk," ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono. (Sumber CNN, Kompas.com)Tag
Berita
Publikasi