Lompat ke isi utama

Berita

Buka Rakornas, Pimpinan Bawaslu RI Pakai Tengkulok Melayu Tamiang

Aceh Tamiang - Pimpinan Bawaslu Republik Indonesia yang juga Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Rahmad Bagja, S.H., LL.M, saat membuka acara Rapat Koordinasi Nasional dan Evaluaan Akhir Penyelesaian Sengketa Pemilihan Tahun 2020 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh memakai Tanjak Melayu Tamiang, Selasa 15 Desember 2020 malam. [caption id="attachment_7297" align="alignleft" width="300"]Ketua Panwaslih Aceh, Faizah, SP memakaikan Tanjak/Tengkulok Melayu Tamiang kepada Pimpinan Bawaslu RI Ketua Panwaslih Aceh, Faizah, SP memakaikan Tanjak/Tengkulok Melayu Tamiang kepada Pimpinan Bawaslu RI[/caption] Rahmad Bagja yang tampil dengan batik, selempang, semakin keliatan apik dipadukan dengan Tanjak/Tenggkulok Melayu dari Aceh Tamiang. Dalam sambutan itu ia  menekankan kepada seluruh komisioner yang hadir, agar dapat menjaga integritas dan semangat dalam menyelesaikan sengketa proses pemilu dan pemilihan. Acara tersebut di atas berlangsung pada tanggal 15 s.d. 17 Desember 2020, dan dihadiri oleh Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Se-Indonesia. “Kegiatan ini adalah sebagai bentuk koordinasi terkait dengan penyeragaman pemahaman terkait dengan Regulasi penyelesaian sengeketa Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020, serta mewujudkan efektifitas pengawasan Pemisetiap tahapan,” ujar Rahmad Bagja. [caption id="attachment_7296" align="alignleft" width="300"]Pimpinan Bawaslu RI Pakai Tanjak Melayu Tamiang Pimpinan Bawaslu RI Pakai Tanjak Melayu Tamiang[/caption] Selain Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Rahmad Bagja, S.H., LL.M, memakai Tanjak/Tengkulok Khas Melayu dari Kabupaten Aceh Tamiang yang berwarna kekuning emasan, juga Kepala Biro Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu (TP3) Bawaslu La Bayoni juga mengenakan Tanjak Melayu berwarna merah marom Sebagaimana diketahui dalam alam Melayu untuk tutup kepala itu terbagi menjadi enam jenis yakni, getam, tanjak, tengkolok lelaki, tengkolok perempuan, dan songkok semutar. Jenis lipatan (ikatan) juga banyak. Tanjak pertama berdasarkan buku Destar Alam Melayu karya Johan Iskandar sudah ada sejak tahun 1400. (eim)
Tag
Berita
Publikasi